Seluk Beluk Ingatan (Memori) Manusia

Bagaimana Manusia Mengingat? Pernahkah anda sejenak berfikir dan mempertanyakan, seberapa pentingkah ingatan untuk manusia? Mengapa manusia harus bersusah payah mengingat, dan bagaimana proses mengingat itu terjadi?
Ingatan sangat penting bagi kita manusia. Jika seorang dari kita mengalami keadaan tanpa ingatan, maka ia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ia tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain karena tak mampu mengingat kata-kata. Ia tidak mengenali anggota keluarganya sendiri, teman, kolega, tetangga, karena ia tidak memiliki ingatan mengenai semuanya. Bahkan yang terparah, ia tidak mengenali dirinya sendiri, siapa, apa, mau kemana dan sebagainya. Maka, setiap aktivitas yang manusia lakukan akan selalu melibatkan ingatan yang dimiliki, baik dalam proses berfikir, memahami, dan bertindak.
Otak manusia dapat menyimpan ingatan dengan kemampuan dan kapasitas sangat besar. Akan tetapi tidak semua memanfaatkan kapasitas tersebut seoptimal mungkin dan lebih banyak lagi yang memanfaatkan memori ini sekedarnya saja, sehingga banyak ruang-ruang dalam memori seseorang yang tidak terisi bahkan tidak diisi serta tidak diperlakukan dengan lebih baik karena berbagai faktor.

Jika mau dianalogikan, proses ingatan pada manusia mirip dengan kinerja alat elektronik komputer. Kemiripan ini terjadi mulai dari bagaimana data masuk (input), olah data pada RAM (Random Access Memory), dan hasil (output). Namun, secara lebih mendalam, proses input, analisa, dan output informasi pada manusia lebih kompleks dan rumit. Setiap aktivitas apapun yang terjadi di salah satu bagian otak selalu melibatkan bagian lainnya, karena setiap bagian memiliki porsinya yang telah teratur sedemikian rupa.

Dalam kehidupan ini manusia mempunyai kemampuan untuk mengingat sesuatu yang terjadi di masa lampau menjadi sebuah pengalaman. Kemampuan ini menunjukkan bahwa manusia menerima, menyimpan dan memunculkan kembali pengalaman-pengalaman yang telah dialaminya.

Artinya, jika disederhanakan, ingatan adalah pengalaman-pengalaman masa lalu yang tersimpan, dan pengalaman yang telah tersimpan tersebut bisa dipanggil atau diingat kembali sewaktu-waktu. Namun tidak berarti bahwa semua pengalaman yang pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan, ada berbagai faktor yang mempengaruhi daya kerja ingatan.

Cara Kerja Ingatan
Ada 3 tahap yang terjadi pada proses ingatan, yaitu proses memasukkan informasi (encoding), proses penyimpanan (storage), dan proses mengingat (retrieval stage).

1. Proses pengkodean (encoding)
Pada tahap ini terjadi proses memasukkan informasi yang ada dengan mengubah sifat informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat organisme, seperti simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan sifat organisme. Maksudnya, di mana kita mengubah fenomena fisik menjadi kode-kode yang diterima ingatan (misalnya; pendengaran, penglihatan, perabaan dan lain-lain), dan kita menyimpannya ke dalam ingatan kita. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori, dan kemampuan/kecepatan setiap individu pada proses ini sangat beragam, ada yang cepat dan ada pula yang lambat.

Ada dua cara pengubahan informasi masuk ke dalam ingatan, yaitu:
 
a) Secara sengaja.

Proses pengubahan informasi dilakukan dengan sengaja atau dengan kesadaran dimasukkan ke dalam ingatan. Contohnya mengamati sesuatu dengan seksama lalu dengan sengaja memasukkan atau memahaminya ke dalam ingatan.

b) Secara tidak sengaja.

Proses pengubahan informasi terjadi dengan tidak sengaja dimasukkan ke dalam ingatan. Contohnya, jika dipukul akan terasa sakit. Informasi tersebut akan disimpan sebagai pengertian-pengertian.

2. Proses penyimpanan (storage)
Adalah proses penyimpanan dari informasi yang telah diubah pada tahap encoding. Tahap kedua ini disebut juga retensi. Pada tahap ini terjadi pengendapan informasi yang telah terkode dalam suatu tempat tertentu. Tempat penyimpanan memori ini akan menjadi pembahasan selanjutnya. Ketika kita telah mempelajari sesuatu biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, ketika jejak tersebut hilang maka terjadi suatu fenomena yang kita sebut lupa.

3. Proses mengingat (retrieval stage)
Adalah proses mengingat kembali dari apa yang telah disimpan pada tahap kedua tadi. Mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk suatu keperluan atau kebutuhan.
Menurut seorang tokoh psikologi, Hilgard (1975) menyebutkan tiga jenis proses mengingat ini, yaitu:
Pertama, Recall. Yaitu proses mengingat kembal informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat merek sebuah mobil tanpa adanya mobil yang sedang diingatnya tersebut.
Kedua, Recognition. Yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya Mengingat merek mobil ketika melihat bendanya atau bentuk mobilnya.
Ketiga, Reintegrative. Yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup komplekas. Contoh dari proses mengingat jenis ini adalah ketika anda ditanya sebuah nama, misalnya si Pitung, maka akan teringat banyak hal dari nama tersebut karena anda telah menonton filmnya.

Berikut adalah contoh dari tiga proses ingatan yang telah dijelaskan di atas: Suatu saat ketika anda sedang dalam perjalanan melihat sebuah kecelakaan, tabrakan antara motor dan bus. Saat itu anda melihat dengan jelas karena terjadi di depan mata (terjadi proses masuknya informasi lewat mata, telinga, persepsi, lalu diubah menjadi kode, maka telah terjadi proses pertama encoding). Kemudian anda menyimpan informasi yang telah terkode ke dalam otak (misalnya jenis motor, jenis bus, besar bus, jumlah pengendara motor, dan lain-lain, maka pada tahap ini terjadi proses storage). Lalu anda menjadi saksi mata kejadian itu dan dimintai keterangan oleh polisi. Di kantor polisi anda menceritakan kronologi kejadian seperti yang telah anda ingat (maka pada saat menceritakan kronologi kejadian tabrakan anda sedang berada dalam proses mengingat kembali, proses retrieval stage).


Silahkan Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:

0 komentar: