Jika dianalogikan, Ingatan bekerja seperti otot. Ia dapat dibangun dan dilatih hingga mendapatkan hasil yang optimal dari kinerjanya. Seorang atlet begitu giat melatih otot-ototnya hingga bisa berbentuk indah sekaligus kuat. Dan itu dilakukannya dengan segenap upaya dan tekhnik yang dipelajarinya. Begitupun ingatan Anda, ingatan dapat dikembangkan kemampuannya dengan melakukan segenap latihan untuk membangunnya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tapi yang harus diingat, tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan hasilnya yang maksimal ini, semua itu perlu usaha-usaha yang dilakukan dengan benar dan maksimal pula.
Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memori. Tampilkan semua postingan
Keadaan Yang Memunculkan Ingatan (Memori)
Ingatan yang disimpan
oleh otak manusia bisa muncul kapan saja, baik disengaja maupun tidak
disengaja. Ingatan-ingatan itu bisa muncul pada berbagai jenis keadaan, yaitu:
- Ingatan kepada sesuatu yang mencuri perhatian, misalnya nama orang terpandai di kelas. Di sini yang ingin direproduksikan atau diingat kembali hanya sebagian ingatan itu.
Seberapa Akurat Ingatan (Memori) Manusia?
Perhatian para psikolog kognitif dewasa ini semakin berkembang mengenai ingatan. Perkembangan penelitian terakhir dari masalah ingatan ini adalah masalah reliabilitas atau keakuratan ingatan yang dimiliki manusia. Penelitian ini memfokuskan perhatiannya pada apakah ingatan setiap orang bisa dipercaya dan akurat. Hal ini dirasakan penting saat bersinggungan dengan masalah-masalah faktual yang terjadi dalam kehidupan, misalnya apakah pernyataan saksi mata di pengadilan dari suatu kejadian bisa dipercaya dan menjadi bukti atau tidak, karena banyak sekali kasus kriminal bergantung pada keterangan saksi mata kejahatan. Dan pernyataan saksi mata ini sangat berpengaruh dalam pengadilan.
Jenis-Jenis Ingatan (Memori)
Ingatan atau memori telah
menjadi salah satu pokok bahasan dalam psikologi kognitif. Psikologi kognitif
adalah pendekatan psikologi yang memusatkan perhatian pada cara kita merasakan,
mengolah, menyimpan dan merespons informasi.
Menurut Richard Atkinson
dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga sistem
penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka
pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term memory).
Seluk Beluk Ingatan (Memori) Manusia
Bagaimana Manusia Mengingat? Pernahkah anda sejenak berfikir dan mempertanyakan, seberapa pentingkah ingatan untuk manusia? Mengapa manusia harus bersusah payah mengingat, dan bagaimana proses mengingat itu terjadi?
Ingatan sangat penting bagi kita manusia. Jika seorang dari kita mengalami keadaan tanpa ingatan, maka ia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ia tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain karena tak mampu mengingat kata-kata. Ia tidak mengenali anggota keluarganya sendiri, teman, kolega, tetangga, karena ia tidak memiliki ingatan mengenai semuanya. Bahkan yang terparah, ia tidak mengenali dirinya sendiri, siapa, apa, mau kemana dan sebagainya. Maka, setiap aktivitas yang manusia lakukan akan selalu melibatkan ingatan yang dimiliki, baik dalam proses berfikir, memahami, dan bertindak.
Ingatan sangat penting bagi kita manusia. Jika seorang dari kita mengalami keadaan tanpa ingatan, maka ia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ia tidak akan bisa berkomunikasi dengan orang lain karena tak mampu mengingat kata-kata. Ia tidak mengenali anggota keluarganya sendiri, teman, kolega, tetangga, karena ia tidak memiliki ingatan mengenai semuanya. Bahkan yang terparah, ia tidak mengenali dirinya sendiri, siapa, apa, mau kemana dan sebagainya. Maka, setiap aktivitas yang manusia lakukan akan selalu melibatkan ingatan yang dimiliki, baik dalam proses berfikir, memahami, dan bertindak.
Langganan:
Postingan (Atom)